PORTAL NEWS -- PT Pertamina dan Shell Indonesia terpantau tak mengubah harga bahan bakar minyak (BBM) untuk Maret 2024.
Berdasarkan laman resmi, harga BBM Pertamina masih sama seperti daftar pada 1 Januari 2024.
Begitu pula dengan Shell Indonesia. Di laman resmi yang diakses pada Jumat (1/3) pukul 3.00 WIB, daftar harga mereka masih sama seperti yang diumumkan untuk Februari 2024.
Sementara itu, kenaikan harga terpantau terjadi pada BP Indonesia. BP Ultimate yang pada Februari dijual Rp14.380 per liter naik menjadi Rp15.370 per liter.
BP Diesel juga mengalami kenaikan harga dari Rp14.810 menjadi Rp15.610 per liter, serta BP 92 dari Rp13.400 per liter jadi Rp13.990 per liter.
Sebelumnya, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto juga menyatakan pemerintah tidak akan menaikkan tarif BBM serta listrik hingga Juni 2024 sebagai keputusan rapat sidang kabinet pada Senin (26/2).
"Tadi diputuskan dalam Sidang Kabinet Paripurna tidak ada kenaikan (tarif) listrik, tidak ada kenaikan (harga) BBM sampai Juni (2024). Baik itu yang subsidi maupun nonsubsidi," kata Airlangga.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif memprediksi harga Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk non subsidi bakal mengalami kenaikan dalam waktu dekat. Hal tersebut menyusul naiknya harga minyak mentah dunia yang saat ini berada di level US$ 82 per barel.
Menurut Arifin, badan usaha sejatinya mempunyai kewenangan dalam menetapkan harga BBM non subsidi, mengikuti pergerakan harga minyak mentah dunia. Namun yang pasti, pemerintah akan tetap menahan harga BBM bersubsidi untuk tidak mengalami kenaikan.
"Kalau yang non subsidi ini kan ikut formula harga indeks minyak kan, sekarang minyak udah berapa, US$ 82 ya, dibandingkan sama tahun lalu ada kenaikan antara US$ 6, itu pasti mempengaruhi biaya produksi, kalau kita kan yang subsidi kita tahan, kalau yang non subsidi tergantung daya tahan dari pada badan usaha ya," ujar Arifin ditemui di Kantor Ditjen Migas, Jumat (16/2/2024).
Ia pun sebelumnya mengapresiasi keputusan perusahaan pelat merah tersebut dalam menahan harga jelang gelaran Pilpres 2024. "Pemerintah yang tahan subsidi, gak ada kenaikan, yang non subsidi itu badan usaha masing-masing," tambahnya.
Oleh karena itu, usai Pemilu 2024, Arifin mempersilahkan penjualan BBM non subsidi kepada masing-masing badan usaha karena mengikuti pergerakan harga minyak dunia. Namun untuk harga BBM subsidi Pertamina tetap akan ditahan.
Sebab menurut Arifin badan usaha akan melakukan evaluasi masing-masing mengenai harga BBM non subsidi. Apalagi katanya, badan usaha memang kerap saling berkompetisi satu sama lain.
"Itu biar badan usaha yang bisa mengevaluasi. Tapi, mereka saling berkompetisi naiknya berapa. Pemerintah nahan yang subsidi, enggak ada kenaikan. Yang non subsidi itu badan usaha masing-masing," tukasnya.
Berikut daftar lengkap harga BBM di Indonesia per 1 Maret 2024.
Pertamina
DKI Jakarta
Pertalite: Rp10 ribu per liter
Pertamax: Rp12.950 per liter
Pertamax Turbo: Rp14.400 per liter
Dexlite: Rp14.550 per liter
Pertamina Dex: Rp15.100 per liter
Pertamax Green: Rp13.900 per liter
Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta
Pertalite: Rp10 ribu per liter
Pertamax: Rp12.950 per liter
Pertamax Turbo: Rp14.400 per liter
Dexlite: Rp14.550 per liter
Pertamina Dex: Rp15.100 per liter
Bali
Pertalite: Rp10 ribu per liter
Pertamax: Rp13.200 per liter
Pertamax Turbo: Rp14.400 per liter
Dexlite: Rp14.550 per liter
Pertamina Dex: Rp15.100 per liter
Pulau Sulawesi
Pertalite: Rp10 ribu per liter
Pertamax Turbo: Rp14.750 per liter
Pertamax Rp13.600
Dexlite: Rp14.900 per liter
Pertamina Dex: Rp15.450 per liter
Maluku, Maluku Utara
Pertalite: Rp10 ribu per liter
Pertamax Turbo: (-)
Pertamax Rp13.600
Dexlite: Rp14.900 per liter
Pertamina Dex: (-)
Provinsi Papua Barat, Papua Barat Daya
Pertalite: Rp10 ribu per liter
Pertamax Turbo: (-)
Pertamax Rp13.600
Dexlite: Rp14.900 per liter
Pertamina Dex: Rp15.450 per liter
Komentar Netizen
Jules Sumant: "Mau naik atau tidak juga percuma.
daerah kaltim, khususnya daerah Balikpapan BBM PERTALITE dan diesel sangat langka....
Pengguna roda dua aja harus ngantri panjang dan berjam-jam.ngantri...
kalau dulu kota Balikpapan disebut kota minyak.
tapi predikat tersebut sudah tidak lagi disebut kota minyak... justru sebaliknya .. kota langka minyak ( BBM ) pertalite dan solar.
(Red)