√ Mahasiswa Ekonomi Lakukan Aksi Unjuk Rasa, Pengadaan Kartu Tanda Mahasiswa- Portal News - Media Investigasi Pembaharuan Nasional

Jelajahi

Copyright © Portal News
Created with by Portal News
PT ZIB Group Templates

Iklan

Iklan

iklan-portal-news

Mahasiswa Ekonomi Lakukan Aksi Unjuk Rasa, Pengadaan Kartu Tanda Mahasiswa

Senin, 08 Februari 2021, Februari 08, 2021 WIB Last Updated 2021-09-29T18:09:38Z
Mahasiswa Ekonomi


Makassar, Portal News - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Ekonomi Satu (AMES) melakukan aksi unjuk rasa di kampus Universitas Muhammadiyah Makassar. Senin SIANG (08/02/2021) pukul 01.00 (WITA).

 

Aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan mahasiswa terkhusus di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unismuh Makassar, dikarenakan KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) yang dikelola oleh Bank Syariah Mandiri. Pasalnya sejak tahun 2015 pengadaan kartu tanda mahasiswa bermasalah, sehingga banyak mahasiswa yang harus mengurus KTM diluar kampus, padahal mereka sudah membayar Rp100.000 untuk pengadaan KTM ini.

 

Jenderal Lapangan, Darmawan dalam orasinya mengatakan. “Kartu Tanda Mahasiswa yang merupakan kartu identitas mahasiswa yang terdaftar sebagai mahasiswa Unismuh Makassar, adalah hak mahasiswa karena mereka sudah membayar sebesar Rp.100.000. Tapi sampai hari ini, masih banyak yang belum mendapatkan kartu tersebut”.

 

Lanjutnya lagi “Mereka juga menuntut, agar mahasiswa yang telah selesai akademiknya dikampus agar uang yang telah dipakai mendaftar untuk pengadaan KTM itu dikembalikan”. Bebernya


Mahasiswa Ekonomi

 

Tak hanya itu, buntut dari masalah KTM ini. Beberapa mahasiswa tidak bisa mendapat beasiswanya dikarenakan KTMnya tidak ada.

 

Selain itu, Teguh Pratama mahasiswa angkatan 2016 mengatakan. "Saya adalah salah satu korban akibat bobroknya BSM dalam pengadaan Kartu Tanda Mahasiswa ini, saya tidak bisa menerima beasiswa karena KTM saya tidak ada". Tegasnnya

 

Merespon hal tersebut Wakil Rektor III menjelaskan “Bahwa pengadaan KTM adalah kewenangan Wakil Rektor II, dan direktorat Keuangan yang menyurat kepada BSM untuk pengadaan KTM”.

 

Lanjut WR3 “Dalam kekesalan menyampaikan kepada mahasiswa, bahwa pihak pengelola adalah BSM kemudian di ambil alih oleh BSI. Dengan dengan alasan, demikian Wakil Rektor 3 mengatakan kepada mahasiswa nya yang sudah itu sudah jangan di ungkit lagi”. Sebut WR3

 

Dari penyempaian tersebut, aksi menunjukan kemarahan mahasiwwa yang berdemostrasi. Dan tetap menuntut BSM bertanggung jawab, sekali pun BSI tengah mengambil alih pelaksaan.

 

"Kami akan terus mengawal kasus pengadaan KTM ini sampai selesai, kami akan kembali menanyakan kepada Wakil Rektor II dan Direktorat Keuangan mengenai pengadaan KTM ini" ucap Darmawan sebelum mengintruksikan kepada massa aksi untuk bubar dan tetap sesuai protokol kesehatan.

 

Penulis: Bayu

Editor: Esse 

Silahkan Komentar Anda

Tampilkan


Portal Update


X
X
×
BERITA UTAMA NEWS
-->