News
Trending

Terpercik Fungsi Jabatan, Diduga Aspirasi Oknum Anggota DPRD Money Laundry

Luwu, Portal News –  Terpercik fungsi Jabatan, bangunan Talut di Desa Cimpu Utara, terpercik milik aspirasi oknum Anggota DPRD Luwu yang seharusnya dirasakan oleh masyarakat setempat. Namun pada hakikatnya, justru menjadi sekelumit pertanyaan dan keresahan.

 

Bagaimana hierarki peraturan perundang-undangan di Indonesia. Siapa yang mengesahkan, dan siapa yang menetapkan masing-masing peraturan perundang-undangan tersebut? Hal apa yang diatur oleh masing-masing peraturan perundang-undangan, justru mala menjadi sejatinya pelanggaran.

 

Bangunan Talut
Bangunan Talut

Seperti yang terjadi disalah satu wilayah, tepatnya di Desa Cimpu Utara, Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan di duga kuat money laundry pada Pembangunan tersebut. Sehingga terjadi salah bestek. serta tanpa menunjukan nilai volume pada pembangunan tersebut. Alias tidak ada Papan Proyek saat dilakukan pekerjaan tersebut. Dan bisa saja menjadi proyek siluman, titipan para pengatur undang-undang di negeri ini.

 

Sekaitan dengan hal tersebut, Plt, Kepala Pemerintahan Camat Suli Ilyas Meppewali langsung menanggapi dan membenarkan adanya Pekerjaan Pembangunan Talut diwilayah kerjanya. “Bahwa benar menuai pertanyaan warga setempat. Sebab, proyek tersebut, tidak memiliki papan proyek pada saat dikerjakan. “Tidak biasanya seperti proyek lainnya” Ujarnya. Jumat, (12/7/2019).

 

Kutipnya lagi “Pembangunannya dan susunan batu diduga hanya nempel di tanah, campurannya sedikit dan mudah rapuh. Lagi–lagi membisingkan ditelinga bahwa proyek tersebut adalah diduga jatah Aspirasi Oknum Anggota DPRD”. Bebernya

 

Mau jadi apa negeri ini, jika tugas Anggota DPRD hanya tahunya jual proyek ke rekanan. Sementara tugas kenegaraan sebagai kontroling, pengawasan, pembawah aspirasi rakyat, dan pembuat Undang–undang terabaikan dan terlululantahkan. Kuncinya

 

Terpisah, salah satu warga setempat yang tak ingin dimediakan namannya menyebutkan, “Bahwa Proyek pembangunan talud yang berada di Cimpu Utara, sebaiknya dilakukannya penyelidikan oleh Kepolisian Polres Luwu, agar tak ada pembiaran.

 

Sebab ini sudah merupakan dugaan tindak pidana korupsi, dan penyalagunaan jabatan. Apa lagi diduga adanya keterlibatan oknum Anggota DPRD Luwu yang menjual proyek tersebut ke rekanan”. Pintahnya. (ABS)

Tags
Show More

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close