Jelajahi

Copyright © PortalNews
Created with by Portal News
PT ZIB Group Templates

Iklan

Pasang Iklan

Sejarah Masjid Jami Tua, Memilki Usia Hingga 4 Abad Lebih

Tuesday 5 April 2022, 09:21 WIB Last Updated 2022-04-06T14:05:32Z
Sejarah Masjid Jami Tua


Palopo, Portal News – Bangunan Masjid Jami Tua yang menyimpan sejarah masuk dan berkembangnya Islam di Sulawesi, sudah memiliki usia hingga 4 abad lebih.

 

Selain terbuat dari putih telur, nilai arsitektur bangunnanya masih bertahan selama ratusan tahun. Dan memiliki filosofi tersendiri yang menjadi daya tarik masjid tersebut. Selasa (5/4/2022).

 

Masjid kuno atau Masjid Jami Tua Palopo berdampingan dengan Istana Kerajaan Luwu, yang dibangun oleh Raja Luwu, Sultan Andi La Patiware pada tahun 1604 lalu.

 

Untuk konstruksinya sendiri pun terbuat dari batu cadas, dan perekatnya menggunakan putih telur dan kapur. Sementara tiang utama masjid tersebut, terbuat dari kayu Cinna Gori Raksasa. Dan tiang masjid ini terpaksa ditutup dengan kaca transparan, karena kerap dikuliti untuk dijadikan jimat.

 

Meski sudah berusia 418 tahun, namun tak banyak perubahan fisik sejak masjid ini didirikan.

 

Tebalnya dinding masjid ini mencapai 94 cm, sehingga membuat udara di dalam masjid sangat sejuk.

 

Banyak yang memilih menghabiskan waktu di masjid ini, saat menjalankan ibadah puasa. Baik untuk melaksanakan Ibadah Sholat Sunnah, membaca Alquran, berdoa maupun hanya sekedar beristirahat sambil melihat arsitektur masjid ini.

 

Didalam masjid ini terdapat prasasti sebagai petunjuk sejarah masuk dan berkembangnya Islam di Kerajaan Luwu, dan Kerajaan Goa Tallo Makassar.

 

Masjid ini hanya memiliki satu pintu utama sebagai simbol keesaan Allah SWT, 20 jendela besar yang dimaknai 20 sifat baik Allah SWT, 12 jendela kecil di barat dimaknai jumlah bulan dalam setahun. Dan enam jendela besar yang mengapit pada pintu bermakna enam rukun iman, lima terali di setiap jendela bermakna Rukun Islam.

 

Sementara kontruksi atap masjid itu sendiri menggunakan sirat tumpang tiga yang bermakna hakikat, syariat dan ma'rifat.

 

Di puncaknya terdapat mustaka yang terbuat dari tempaan keramik yang bermakna ma'rifat.

 

Mihrab masjid ini, juga cukup unik. Karena mencolok kedalam menyerupai mulut goa yang berdampingan langsung dengan mimbar yang menggunakan atap dari kerang laut.

 

Pengurus Masjid Jami Palopo, Usman Abdul Malla saat ditemui mengatakan bahwa.

 

“Kalau kita melihat dari atas, atapnya itu memiliki arti daripada itu. Yaitu ma'rifat, hakekat dan sareat. Jika dari bawah, sareat, hakekat dan ma'rifat. Dan filosofi pemimpin di luwu dulu, itulah yang diambil masjid jami. Jadi dia mengatakan bahwa diatas itu gendeng, lempuh adile. Jadi kalau pemimpin disini di tanah luwu ini tidak memakai tiga induk itu, maka dia tidak berhasil menjadi pemimpin. Terus kita masuk ke dalam mesjid ada tiang tengah, nah.. tiang tengah itu yang menjadi pembicaraan orang, yaitu kayu sudah berumur tiga ratus tahun pada waktu itu. Maka diambil dijadikan tiang masjid”. Ungkap Usman

 

Lebih jauh Usman menambahkan “Cerita datu pada waktu itu, beliu memerintahkan untuk membangun masjid, maka dia suruh ambillah itu, kayu itu untuk didirikan untuk masjid. Jadi masyarakat membawah kayu itu, maka pomante itu mendirikan masjid. karena pomante saat itu adalah arsitek dari cina. Lalu Datu Sulaiman waktu itu adalah ulama besar dari jawa barat. Maka berdirilah kayu itu. Panjangnya 9,5 meter. Dari setengahnya, 95 centi, maka muncullah angka-angka itu semua. Mulai dari jendela itu lebarnya 95 centi, pintu pun 95 centi. Coba kita melihat jendela mungkin, mungkin masjid lain tidak terlalu banyak jendelannya. Kok masjid kecil itu banyak jendelannya. Kenapa dikasih banyak begitu, tujuannya jangan sampai lembab, nah itulah dia jadi kuat ceritannya. 7 disebelah utara, 7 disebelah selatan dan 6 disebelah timur. Jumlahnya semua 20, nah 20 itu diartikan, sebagai 20 sifat Allah”. Tutupnya

 

Dihalaman masjid juga terdapat beduk yang berusia 200 tahun, beduk ini dibuat menggunakan kayu khusus dan kulit asli.

 

Untuk diketahui, Masjid Jami Tua selain memiliki usia 4 abad lebih. Masjid ini mempunyai ciri khas tersendiri bagi masyarakat Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan.

 

Sebagian masyarakat percaya, jika belum melaksanakan sholat di masjid ini. Maka, dikatakan belum pernah menginjakkan kaki di kota yang berjuluk idaman itu.

 

Penulis : Fana

Editor : Esse

Silahkan Komentar Anda

Tampilkan


Terkini


PORTAL EDUKASI

+

Pasang Iklan
Pasang Iklan

Popunder

X
X
×
BERITA UTAMA NEWS